Thursday, January 24, 2013

HBD 23th "F"


"24 Januari 1990 - 24 Januari 2013"

Happy birthday  "F"


Ingin rasanya mengucapkan secara langsung seperti 3 tahun berturut turut.





Kau tak perlu tahu, jika ku disini selalu mendoakanmu....


Selamat ulang tahun ke 23 untukmu "F"


Doaku selalu :


"Semoga kau cepat lulus kuliah"

"Apa yang kau cita citakan tercapai"
"Selalu diberikan kesehatan"
"Selalu mendapatkan kebahagiaan"
"Dan selalu bersama dgn orang yg kau cintai"





Tuesday, January 22, 2013

A Beautiful Day


"A Beautiful Day" by India Arie.

Salah satu lagu favoritku selain "Life is Wonderful by Jason Mraz".
Kedua lagu ini mampu membangkitkan sisi positif yang ada pada diri di kala masalah datang menerjang.
Lirik lagu ini sangat sederhana namun memiliki kata kata magis yang dapat membangkitkan diri dari keterpurukan.

***


Life is a journey, Not a destination

There are no mistakes, Just chances we’ve taken
Lay down your regrets cause all we have is now

Wake up in the morning, And get out of bed

Start making a mental list in my head, Of all of the things that I am grateful for

Early in the morning, It’s the dawn of a new day

New hopes, new dreams new ways
I open up my eyes and, I open up my mind and
I wonder how life will surprise me today

Early in the morning, It’s the dawn of a new day

New hopes new dreams new ways
I open up my heart and, I’m gone’ do my part and
Make this a positively beautiful day
It’s a Beautiful Day



Monday, January 21, 2013

Cerpen kedua

Selamat pagi.

Alhamdulillah, hari Senin yang cerah... semoga sampai sore tidak hujan ya... Amien.

Senangnya hari ini, karena tulisanku yang kedua sudah selesai dan di posting di Blog Sahabatku "Andy". Semoga aku masih bisa terus belajar "menulis cerpen". Terimakasih untuk "Andy" yang sudah mau memposting karyaku yang masih banyak kekurangannya (Typo disana sininya ). Entahlah, apakah cerpenku ini layak untuk dibaca, toh ini hanya sekedar hobi baru untuk mengalihkan ingatan akan kenangan masa laluku.


Cerpenku yang kedua masih lanjutan dari cerpen yang pertama "The Dark Life". Judul cerpen keduaku "New Life". Sedikit gambaran tentang cerpen keduaku ini, mengisahkan perjalanan hidup anak remaja masa SMA yang mengalami trauma masa kecil. Dalam cerita ini si remaja bertemu seseorang yang mengubah jalan hidupnya dan membuatnya benar benar merasakan arti kehidupan. Anak remaja yang awalnya tertutup, tidak mau berteman dengan siapapun selama masa SMA, akhirnya memutuskan untuk melangkah maju, meninggalkan trauma masa kecilnya menjadi seseorang yang baru. Akhirnya si remaja membuka hati untuk berteman dan memiliki beberapa sahabat....


Hidup itu indah....sekeras apapun itu.

Masalah apapun jika dihadapi dengan hati ikhlas, akan terasa lebih indah.
Isi hidupmu dengan tindakan positif, bukan sekedar berkeluh kesah.
Karena hidup hanya sekali saja, maka jangan sia siakan.

nb :

Bagi teman teman yang berminat untuk membaca cerpenku yang masih banyak kekurangannya, bisa email  ke : deiraf21@gmail.com. Insyallah akan kukirim Link ceritanya.

Saturday, January 19, 2013

Belajar dari Supir Taxi

Sudah beberapa hari ini kondisi cuaca di Jakarta setiap pagi selalu hujan. Setiap berangkat kekantor, saya selalu mengendarai Si Biru, motor kesayanganku satu satunya.  Tapi hari ini Si Biru lagi ngambek, mungkin karena kemarin dipaksa menerjang banjir yang mengepung Jakarta.... (lebay abissss, ya).

Terpaksa hari ini saya harus kekantor menggunakan kendaraan umum, sudah 30 menit menunggu belum juga ada kendaraan umum yang lewat, jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi. Mau tak mau saya harus mencari alat transportasi lain agar tidak terlambat sampai dikantor. Akhirnya saya menggunakan jasa Taxi untuk bisa sampai kekantor (sekali kali bolehlah naik Taxi.... enggak akan bikin isi dompet jebol tohhh).

Begitu saya naik taxi, sang supir menyapa dengan kata kata yang ramah dan bahasa tubuh yang mengesankan, "Mau kemana Pak?". "Antar saya ke Cempaka ya Pak." Jawabku. Dalam perjalanan, sang supir yang bernama Pak Saimun, mengajak ngobrol. Saya jadi "jatuh cinta" dibuatnya, pola fikir dan tutur kalimatnya begitu mempesona. Kemudian saya bertanya, "Bapak tinggal dimana?" Dia menjawab "Balaraja, Tangerang, pak." "Berapa jam perjalanan ke pool, pak?" Tanyaku kembali. Dia pun menjawab "Hampir 4 jam pak."  "Wow, 4 jam? kalo gitu, pulang pergi 8 jam dong, pak? selesai tugas, bapak nginep di pool ?" Dia segera menjawab, "Saya gak nginep di pool pak, langsung pulang kerumah karena harus jaga ibu saya."

"Menjaga ibu?"batinku bergumam. Bagaimana bisa menjaga ibunya kalo sampai dirumah jam 23.30 dan harus berangkat kerja lagi jam 3.30 pagi?

Untuk mengurangi penasaranku, aku bertanya kembali, "Bukannya kalo sampai rumah, ibunya sudah tidur dan kalo bapak berangkat lagi ibunya bapak belum bangun?

Dengan agak terbata dia menjawab, "Setiap pulang ibu saya memang sudah tidur, tapi melihatnya tertidur pulas membuat hati saya tenang.  Alasan yang membuat saya ingin pulang setiap hari adalah karena saya hanya ingin mencium tangan ibu saya setiap pagi sebelum kerja, sambil mendoakan semoga saya bisa membahagiakan ibu." Jawabnya menusuk hati ini.

Saya terdiam sejenak........ Supir taxi ini rela menghabiskan 8 jam perjalanan setiap hari hanya untuk alasan yang sangat sederhana, mencium tangan ibunya setiap mau berangkat kerja dan mendoakan agar bisa membahagiakan ibunya. Tak terasa dalam diam ini, air mataku menetes, segera ku alihkan pandangan keluar untuk menghapus air mata ini.

Kemudian aku bertanya lagi, " Bapak udah melakukan apa aja biar ibunya bahagia? Dia menjawab dengan lembut, "Saya sudah mendaftarkan umroh di kantor, pak."

"Maksud bapak gimana? Ia menjawab, "Kalau saya berprestasi dan tidak mangkir kerja, saya punya peluang mendapat umroh gratis dari kantor dan kalau menang, hadiahnya buat ibu saya tercinta, pak."

Setiap hari saya pulang untuk cium tangan ibu saya saat mau berangkat kerja dan mendoakannya agar bisa umroh. Saya benar benar ingin membahagiakan ibu saya. Mendengar jawabannya, haru dan malu bercampur satu. Air matapun mengalir deras di pipi ini. aku malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan supir taxi ini.............

Hari ini aku belajar dari si supir taxi. bukan belajar dari kata katanya... tapi aku belajar melalui tindakannya untuk bisa membahagiakan ibu tercinta..

terimakasih, pak supir taxi.

Wednesday, January 16, 2013

Life is Wonderful



....................................
"Life Is Wonderful" by Jason Mraz. Enggak akan bosan mendengarkannya. Penuh makna di setiap lirik. coba aja hayati bait demi bait....


Hidup itu indah, seberapapun kerasnya.... 
Sebesar apapun masalah yang ada, jadikan sebagai tantangan.
Kehidupan itu seperti satu lingkaran penuh.

Bagaikan roda pedati yang berputar, ada kalanya diatas dan ada kalanya dibawah.
Ada saatnya bahagia, ada saatnya bersedih.
Apapun itu, jika semua dihadapi dengan hati ikhlas, akan terasa lebih indah.
Karena hidup hanya sekali saja...


Dibutuhkan dingin untuk bisa merasakan hangatnya sinar matahari.
Dibutuhkan malam untuk menjadikannya pagi.
Dibutuhkan kesunyian untuk bisa membuat suara.
Dibutuhkan sakit untuk bisa merasakan nikmatnya sehat.
Dibutuhkan kehilangan untuk bisa menemukannya kembali.
Hidup ini memang indah..............................................................

16

16.................My fav number.

Hari ini tepat tanggal 16 Januari 2013.
16, angka yang takkan terlupa, banyak kenangan terjadi pada tanggal tersebut.
16, angka milikku dan dirimu (semoga saja).
16 Nopember 2009 pertamaku datang ke Palembang bertemu denganmu. Mengingat kenangan itu, tak pernah kulupakan betapa dirimu berlari kecil melewati tangga sambil tersenyum.

Kini 16 hanya sebuah angka kenangan yang akan selaluku ingat.

Tuesday, January 15, 2013

Cerpen Pertama

Selamat Pagi Semua.

Pagi ini cuacanya hujan, jalanan macet, banjir.....
Tapi semua itu tak membuatku merasa malas. Malah sebaliknya, hari ini buatku ceria, semangat. Loh kok bisa???????? Pasti bingungkan................

Aku baru saja menyelesaikan cerpen pertamaku dan sudah di posting di Blog temanku "ANDY". Baru dua hari di posting, ternyata sudah banyak komentar teman teman pembaca yang ikut merasakan isi tulisanku di cerpen tsb. hahahahhahahahahh, sudah ada 121 komentar... Senangnya minta ampun.

Sekilas tentang cerpen pertamaku "The Dark Life" mengisahkan tentang kehidupan seorang anak periang dan pemberani yang salah dalam melangkah. Kesalahan fatal yang dilakukannya menyebabkan dirinya sering di bully oleh teman mainnya dikampung dan disekolah. Keadaan itu membuat dirinya berubah 180 derajat menjadi anak yang pendiam dan tertutup terhadap dunia luar. Hidup tetap harus berlanjut, walau dunianya telah berubah, dia harus bisa bertahan........

Duniaku telah berubah.
Hidup tetap berlanjut.
Hidupku adalah milikku.
Nasibku ditentukan oleh tanganku sendiri.
Akan kubuktikan, Aku bisa bertahan.



Monday, January 14, 2013

Bukan Tukang Bubur Naik Haji



Selamat pagi friends.
Just share aja,
Aku baru dapat kiriman cerita dari teman, kisah yang menarik untuk di jadikan pelajaran hidup. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi buat kita agar mendapatkan sukses dunia dan akhirat. 
Selamat membaca.......................
Cerita sukses tukang bubur.
"Dari ibu Rinny Ermiyanti"
Cerita ini terjadi beberapa hari lalu ketika saya mengunjungi Mbah saya di Tanjung Priok . (Jangan salah, bukan Mbah Priok yang tinggal makamnya, Mbah saya ini masih sehat wal’afiat)

Karena lokasi rumah si Mbah di gang kecil yang hanya muat untuk 1 mobil lewat, daripada nanti kerepotan memaju-mundurkan mobil jika ada mobil lain, saya memilih untuk parkir di ujung gang.

Tiba-tiba ada sebuah mobil SUV yang parkir didepan mobil saya, pengemudinya turun menghampiri.
"Assalamu’alaikum, Neng Geulis..."
“Wa’alaikumsalam."
"Repot amat Neng Geulis, ini anak-anaknya ya? Wah, sudah tiga ya. Sini Mamang bantu. Mau ke rumah Mbah yah?"
"Iya , Pak."


Otak saya langsung googling isi memorinya. Tapi nyaris sampai didepan rumah Mbah saya belum juga menemukan jawaban akan identitas si Bapak.
"Neng, nanti jangan pulang dulu ya, Mamang nanti balik lagi sama Bibi."

Singkat cerita, tidak sampai satu jam Bapak tadi kembali ke rumah Mbah dengan istrinya. Ternyata Mbah saya sangat mengenal mereka.
"Ini si Ratno, Rin, Kamu ingat ngga? Yang dulu jualan bubur ayam di ujung gang!"
"Hah, Mang Ratno? Yang dulu bubur ayamnya sering saya utangin kalau pas Ibu kelupaan ngasih uang saku.?"

Wow, jualan bubur ayam sekarang bisa punya SUV !

"Itu sih cuman salah satu mobilnya Rin, kontrakannya juga banyak!"” Mbah saya mengacungkan jempol keriputnya.

Berdasarkan hasil investigasi saya yang mendalam, (halah!), akhirnya terbongkar juga kisah suksesnya.
"Mamang puyeng,Neng. Waktu itu anak mau empat. Kalau Mamang cuman jualan bubur begitu aja, mana cukup. Belum lagi kalau ada yang ngutangin."

Saya tersinggung berat. <-- (soalnya termasuk yang suka ngutang :D) Tapi karena saya lagi mau belajar dari beliau, maka saya tepis rasa tersinggung saya. Hehehe. 
Tapi kalo Mamang ngga jualan bubur, bagaimana lagi, bisanya cuman itu doang... Mamang mikir keras, sampai bermalam-malam susah tidur loh. Mamang pikir kalo cuman punya satu warung, hasilnya yah, segitu saja. Cuman cukup buat makan. Itu juga sudah Alhamdulillah, sih.” 

“Akhirnya, Mamang manggil ponakan dari kampung. Mamang ajarin dagang. Mamang yang buatin buburnya, cariin tempatnya. Dia yang jualan. Daripada dia juga nganggur di kampung.”

“Eh, Alhamdulillah, ternyata dagangan dia laku juga. Terus, besok-besoknya, dia ‘ngajak sodara-sodaranya yang lain dagang bubur juga.”
“Alhamdulillah, sekarang Mamang ngasuh 40 orang tukang bubur..."

WHAT? Empat puluh?”

"Omset sehari berapa sih Mang?" Saya jadi tergoda mau tahu penghasilan seorang tukang bubur.
"Omset siapa? Mamang? Rahasia ah Neng. Nanti dikira sombong," si Mamang ngeles.
"Bukan, Omset satu warungnya Mang" Saya keukeuh mau mengorek penghasilannya. "Tergantung rezeki dari Allah, Neng. Tapi kira-kira aja ya, kalau ngga ada halangan, kalau lagi laris nih Neng, satu gerobak bisa jualan 100 mangkok, harganya permangkoknya Rp. 5000.”
 Hhmmm, lumayan, Rp. 500.000 perhari. Tapi , nanti dulu, si Mamang punya 40 gerobak. Woooww.. Rp. 500.000 x 40 = Rp. 20.000.000/hari? Gubrax!!!"Itu, 40 gerobak jualan dimana aja Mang?"
"Di deket-sini aja Neng, seputaran Tanjung Priok. Lah, Mamang cuman hapal jalan jalan di sini."
"Punya 40 gerobak dalam waktu berapa lama tuh Mang?" Saya makin penasaran.
"Yah, lama Neng, lebih 10 tahun, Pelan-pelan aja nambahnya. Kalau yang ‘megang’ sebelumnya udah bisa dipercaya, baru di lepas. Baru Mamang nambah anak asuh lagi."
“Mereka beli buburnya sama Mamang gitu?”
“Iya, Mereka kan udah capek jualan seharian. Jadi Mamang sama Bibi yang masakin semua bahannya, Mamang yang bayar orang buat bersihin gerobak-gerobaknya, jadi tiap abis subuh, mereka tinggal jualan."
“Terus bagiannya gimana Mang?”
“Si Neng nanya terus kayak wartawan ah..”
“Yah, Kan saya mau belajar juga dari Mamang. Ya udah kalo ngga mau ngasih tau juga ngga apa-apa”
“Si Neng masih kayak dulu aja, suka ‘ngambekan’. Gini Neng. Mereka kan udah capek jualan. Jadi Mamang mah ngga mau serakah. Hasil jualan Mamang bagi 3. Sepertiga buat Mamang. Sisanya buat yang ‘dagang’."


Hhmm, 20.juta x 1/3 = 6,6 juta lebih/hari. Masih lumayan…
“Terus kontrakannya berapa pintu Mang?”
“Kontrakan itu kan awalnya buat tempat yang dagang bubur, jadi Mamang mulai sepetak demi sepetak. Lama-lama …yah lumayan juga”
“Tiga puluh pintu lebih kali, Rin!” Mbah saya yang dari tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara juga.
"Iya, Alhamdulillah, Mamang sewain Rp.350.000 sebulan,” si Mamang ‘nyengir bangga.”
Kalkulator di otak saya jalan lagi, berhitung penghasilan si Mamang.
Rp. 10.500.000/bulan dari kontrakan. Hmmm…~
"Bayar pajak dong Mang?" Iseng saya ‘nyentil si Mamang.
“Iya, tiap bulan ada orang pajak dateng. Bantuin Mamang itung pajak. Mamang mah pasrah aja. Namanya juga orang bodoh, jadi ‘ngikut aja daripada di penjara”
“Zakat nya Mang?”
“Yaelah si Neng, itu mah pasti. InsyaAllah Mamang istiqomah bayar Zakat. Kan semua ini hanya titipan Neng.”
“Tapi Mamang kan juga sudah kerja keras...” Saya menyemangati.
“Iya, tapi kalau Allah ngga berkehendak, ngga ngasih jalan. Yah, mungkin Mamang selamanya jualan bubur di ujung gang, Neng.”

Setelah lebih dari satu jam ngobrol ngalor-ngidul bernostalgia,
“Neng, Mamang pamit dulu yah, berapa nomor hapenya Neng? Nanti Mamang miskol ya, dicatet ya Neng nama Mamang. Mang Ratno si Tukang Bubur, gitu. Biar ngga lupa lagi!” Mang Ratno memencet-mencet tombol di Blackberrynya. Saya cuman nyengir melihat tingkahnya.
“Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Ati-ati dijalan kalo pulang nanti ya Neng.”
“Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh”

Mang Ratno, si tukang bubur yang aku suka utangin dimasa kecil dulu, dengan kaca mata hitam bertengger keren dihidung. melenggang penuh percaya diri kearah SUV-nya, duh kerennya.
Kenangan ini, membuat saya yakin, bahwa apapun kehendak Allah akan terjadi, dan kita tidak pernah bisa mengira apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
******
Hmmm... Apa yang dapat kita ambil dari kisah di atas, kawan? Banyak banget,,, enggak cuman terkagum-kagum sama kisahnya Mang Ratno aja kan ??

ü  Sukses harus NIATdan USAHA yang keras dan cerdas.
ü  Mau sukses  enggak boleh putus asa. tetep semangat euy!!
ü  Sukses itu butuh proses, enggak bisa cepet, harus ikhtiar pelan-pelan n gak asal grusah-grusuh.
ü  Kalau udah sukses, jangan sok dan sombong. Ingat, semua itu karena Tuhan.
ü  Kalau udah sukses, jangan lupa dengan tanggung jawab dan kewajiban.
ü  Kalau udah sukses, jangan lupa untuk berbagi. Jangan maunya terima doank!


Saturday, January 12, 2013

Cinta!! Apa itu cinta??

12 Januari 2013


Selesai membaca Tulisan  AL GIBRAN, berjudul "Orlan's Diaries".
Jadi teringat "Dia" yang tercinta.

Cinta???? apa sih definisi cinta itu?
Ada yang bilang cinta itu rasa sayang, cinta itu pengorbanan, ada yang juga bilang cinta tidak dapat diartikan dalam kata kata. Cinta itu seperti kisah Romeo dan Juliete, kisah Laila dan Majnun dan masih banyak lagi.

Kata Orlan, cinta itu adalah Fitra......(nama kekasihnya)
Siapapun yang bertanya padanya tentang cinta, maka akan di jawab olehnya, cinta itu Fitra.

Kalimat favoritku dalam tulisannya :
Untukmu, aku rela menghabiskan seribu malam dalam gulita.
Untukmu, aku rela menghabiskan seribu siang dalam gerhana.
Untukmu, aku rela menghadang badai, menerjang petaka.
Aku rela, demi melihat bahwa apa yang aku yakini tentang cinta adalah benar, padamu…

Hal sama yang telah kulakukan untuk “DIA” yang paling tercinta, saat cintanya untukku telah hilang.

Untukmu, kurela memberi hatiku, separuh untukmu dan separuhnya lagi untukku, agar kita selalu bersama. Untukmu yang tercinta, kurela hati ini hancur demi melihatmu bahagia, walau kau tidak bersamaku lagi. Untukmu, kurela menjauh dan pergi dari hidupmu, jika itu yang kau minta…….

Hati tak bisa memilih siapa yang akan dicinta.....
Saat cinta itu datang, hati takkan bisa menolaknya.
Dan saat cinta itu hilang, hatipun takkan bisa menahannya.